Indonesia Jadi Tuan Rumah 11 Delegasi Nepal untuk Belajar Kesehatan Ibu dan Anak
2026.02.11
Dari tanggal 3-6 Februari 2026, Indonesia menjadi tuan rumah bagi 11 delegasi pemangku kepentingan bidang kesehatan dari Nepal untuk berbagi pengalaman dan praktek baik dalam penerapan sistem Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA). Delegasi ini terdiri dari perwakilan Kementerian Kesehatan dan Populasi Nepal, juga Direktorat Kesehatan level provinsi serta kotamadya. Mereka mengikuti sesi pembelajaran intensif di Jakarta dan Provinsi Jawa Tengah untuk mengamati perjalanan tiga dekade Indonesia dengan Buku KIA.
Kunjungan ini merupakan bagian dari "Project for Improving Continuum of Care for Mothers and Children through the Utilization of MCH Handbook" Nepal, yang diluncurkan pada tahun 2025 dengan dukungan dari JICA. Program ini bertujuan untuk mengembangkan model yang efektif dalam menyediakan kesinambungan layanan berkualitas tinggi dengan memperkenalkan Buku KIA di Provinsi Gandaki dan Lumbini, Nepal.
Pengalaman Indonesia dengan Buku KIA dimulai pada tahun 1993 melalui kerja sama dengan JICA. Selama tiga dekade, Buku KIA telah menjadi bagian integral dari sistem kesehatan nasional Indonesia. Yang menjadi tonggak keberhasilan Indonesia adalah sistem komprehensif yang dibangun untuk mendukung penggunaan buku tersebut secara efektif, mulai dari kebijakan dan regulasi nasional, mekanisme koordinasi provinsi, integrasi fasilitas kesehatan, dan keterlibatan masyarakat melalui kader kesehatan.
Nepal telah mengalami perubahan besar menuju sistem tata kelola terdesentralisasi di bawah federalisasi, sehingga pengalaman praktek baik Indonesia menjadi sangat relevan bagi mereka. Program selama empat hari ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pembelajaran khusus Nepal: memahami kerangka hukum dan sistem untuk pelembagaan Buku KIA, mengamati mekanisme operasional berkelanjutan untuk pencetakan dan distribusi, mempelajari pendekatan peningkatan kapasitas bagi tenaga kesehatan, dan menyaksikan penggunaan buku tersebut di berbagai tingkatan sistem kesehatan.
"Nepal baru saja memulai implementasi pilot Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan kami ingin belajar sebanyak mungkin tentang implementasi yang efektif dan keterlibatan setiap lapisan layanan kesehatan di Indonesia, termasuk di daerah pedesaan," ungkap Dr. Gauri Pradhan Shrestha, Manajer Proyek Buku KIA Nepal, dalam sambutannya di Puskesmas Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.
Pada hari pertama di Jakarta, delegasi menerima pengarahan komprehensif dari Kementerian Kesehatan Indonesia, khususnya dari Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga, mengenai kerangka nasional untuk implementasi Buku KIA. Tiga hari berikutnya mereka akan berkesempatan belajar langsung praktek baik yang menghidupkan konsep-konsep tersebut di Provinsi Jawa Tengah.
Provinsi Jawa Tengah, yang diakui memiliki pendekatan terintegrasi dalam implementasi Buku KIA untuk menyediakan kesinambungan layanan berkualitas tinggi, menjadi lokasi pembelajaran utama. Delegasi berkesempatan mengamati bagaimana tingkat provinsi, kabupaten, dan komunitas berkoordinasi untuk menjaga kualitas dan cakupan layanan buku KIA.
Di RSUP Dr. Kariadi Semarang, peserta melihat bagaimana dokter, perawat, dan bidan menggunakan buku tersebut di lingkungan rumah sakit. Di Kabupaten Surakarta dan Boyolali, tim mengamati konteks perkotaan dan pedesaan yang kontras—mengunjungi Puskesmas untuk melihat bagaimana tenaga kesehatan mencatat dan memberikan konseling kepada ibu, serta Posyandu untuk menyaksikan bagaimana kader kesehatan memobilisasi masyarakat dan mendukung ibu dalam menggunakan buku tersebut secara efektif.
Kunjungan ini menyoroti pendekatan-pendekatan yang membuat sistem Buku KIA Indonesia begitu efektif: dukungan kebijakan di tingkat nasional, manajemen operasional di tingkat provinsi, kepemimpinan yang berkomitmen di tingkat kabupaten, implementasi terampil di fasilitas kesehatan, dan keterlibatan aktif di tingkat masyarakat. Wawasan yang diperoleh dari kunjungan ini dapat secara langsung berkontribusi pada pengembangan prototip Buku KIA nasional Nepal dan strategi implementasinya. Sementara itu, pertukaran ini memperkuat peran Indonesia sebagai pihak aktif dalam kerja sama pembangunan dan role model untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak di kawasan internasional.
Perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Nepal serta mitra proyek mempelajari penerapan Buku KIA di Jawa Tengah.
Penjelasan tentang pemanfaatan Buku KIA di RSUP dr. Kariadi Semarang.
Peserta mempelajari pemanfaatan Buku KIA di tingkat komunitas
Kunjungan lapangan delegasi Nepal ke PKAT
◆Mengenai program ini
JICA Indonesia, Widya
TEL: +62-21-5795-2112 (ex.432)
Email: widya-amasara@jica.go.jp
◆Mengenai JICA Indonesia
JICA Indonesia, Putri
TEL: +62-21-5795-2112 (ex.222)
Email: putrisiahaan.in@jica.go.jp
scroll